Nama lengkap: Agnes Monica Muljoto
Panggilan: Agnes Monica
TTL: Jakarta, 1 Juli 1986
Nama Ayah: Ricky Mulyono
Nama Ibu: Jeanny Siswono
Tinggi/berat badan: 165cm 49 kg
Hobi: Ice Skate dan Badminton
Warna favorit: Biru, kuning dan hitam
Pendidikan:
- SD Tarakanita, Pluit, Jakarta
- Peliminary HSC Pelita Harapan
Prestasi:
Pembaca Anak-anak Terbaik versi Panasonic Award 1999
Bintang Drama Terfavorit-Panasonic Awards 2001
Album:
Si Meong, Yess, Bala-bala, Tralala-trilili
Sinetron:
Pernikahan Dini (2001), Lupus, Kejarlah Daku Kau
Ku tangkap (2002), Cewekku Jutek (2003), Amanda (2002),
Ciuman Pertama (2002)
Presenter:
Viva Romeo (Trans TV), Tralala-Trilili (RCTI)
VAN (Video Anak Anteve)
Iklan :
Jas Jus, So Klin Pewangi, Biore Anti Acne, Caprizone
Natur-e Shampo, T-shirt Poshboy, STIMIK AKI, Sakatonik ABG
Sabtu, 14 Mei 2011
Tips mencegah timbulnya jerawat:
• Rajin membersihkan wajah
Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah kotoran dan bakteri yang menempel di wajah. Dengan mencuci muka atau membersihkan wajah menggunakan susu pembersih dapat segera menyingkirkan kotoran dan bakteri yang ada.
• Singkirkan rambut dari wajah
Rambut akan menjadi kotor dan berminyak saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Bila rambut menyentuh wajah, maka kotoran tersebut dapat pindah ke wajah kita dan dapat menimbulkan jerawat.
• Cuci sarung bantal dan seprei secara teratur
Rambut yang kotor atau wajah yang tidak bersih dapat menyebabkan kuman dan kotoran berpindah di sarung bantal atau seprei saat kita menggunakan bantal. Kemudian, pada saat yang lain saat wajah menempel di bantal, kotoran tersebut kembali menempel di wajah kita.
• Minum 8 gelas air sehari
Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan racun dan zat tidak berguna yang ada di tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya jerawat.
• Menggunakan masker pencegah jerawat secara teratur.
Dengan menggunakan masker madu dan jeruk nipis. Hal ini dapat membantu menghilangkan bakteri dan minyak di wajah.
• Kurangi penggunaan kosmetik
Menggunakan kosmetik dapat menyumbat pori-pori wajah. Sumbatan ini membuat pori-pori tidak bernafas dengan baik. Pilihlah kosmetik yang berbahan dasar air yang dapat mengurangi potensi timbulnya jerawat dibanding kosmetik yang berbahan dasar minyak.
• Jangan pencet jerawat yang ada
Tangan yang kotor saat anda memegang dan memencet jerawat memicu meningkatnya minyak dan kotoran di wajah. Saat memencet jerawat, lapisan yang ada di bawah kulit dapat menjadi rusak dan menyebabkan minyak wajah menyebar ke bagian lain dari wajah sehingga jerawat timbul semakin banyak
Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah kotoran dan bakteri yang menempel di wajah. Dengan mencuci muka atau membersihkan wajah menggunakan susu pembersih dapat segera menyingkirkan kotoran dan bakteri yang ada.
• Singkirkan rambut dari wajah
Rambut akan menjadi kotor dan berminyak saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Bila rambut menyentuh wajah, maka kotoran tersebut dapat pindah ke wajah kita dan dapat menimbulkan jerawat.
• Cuci sarung bantal dan seprei secara teratur
Rambut yang kotor atau wajah yang tidak bersih dapat menyebabkan kuman dan kotoran berpindah di sarung bantal atau seprei saat kita menggunakan bantal. Kemudian, pada saat yang lain saat wajah menempel di bantal, kotoran tersebut kembali menempel di wajah kita.
• Minum 8 gelas air sehari
Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan racun dan zat tidak berguna yang ada di tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya jerawat.
• Menggunakan masker pencegah jerawat secara teratur.
Dengan menggunakan masker madu dan jeruk nipis. Hal ini dapat membantu menghilangkan bakteri dan minyak di wajah.
• Kurangi penggunaan kosmetik
Menggunakan kosmetik dapat menyumbat pori-pori wajah. Sumbatan ini membuat pori-pori tidak bernafas dengan baik. Pilihlah kosmetik yang berbahan dasar air yang dapat mengurangi potensi timbulnya jerawat dibanding kosmetik yang berbahan dasar minyak.
• Jangan pencet jerawat yang ada
Tangan yang kotor saat anda memegang dan memencet jerawat memicu meningkatnya minyak dan kotoran di wajah. Saat memencet jerawat, lapisan yang ada di bawah kulit dapat menjadi rusak dan menyebabkan minyak wajah menyebar ke bagian lain dari wajah sehingga jerawat timbul semakin banyak
Tips Menggunakan Parfum
Ketika akan menggunakan parfum, Anda dapat memperhatikan hal-hal berikut:
• Sesuaikan dengan body lotion
Setelah mandi, mungkin Anda terbiasa menggunakan body lotion. Bila akan memakai parfum, sesuaikan wangi dari body lotion agar sesuai agar wanginya tidak saling "bertabrakan". Selain itu, sebaiknya menggunakan body lotion terlebih dahulu sebelum menyemprotkan parfum karena body lotion dapat mengurangi aroma harum dari parfum
• Semprotkan parfum pada kulit
Sebaiknya, parfum tidak disemprotkan pada pakaian. Pada jenis parfum tertentu, bila menyemprotkan pada pakaian dapat menimbulkan noda, meninggalkan tanda seperti terkena tetesan air dalam waktu yang lama.
• Semprotkan parfum pada bagian tubuh yang tepat
Bagian tubuh yang sebaiknya disemprotkan parfum adalah pergelangan tangan bagian dalam, siku lengan bagian dalam, belakang telinga, dada dan leher. Menggunakan parfum di tempat-tempat tersebut membuat harum dari parfum tahan lebih lama.
• Jangan menggosokkan kulit selesai menyemprot parfum
Kebiasaaan sebagian orang adalah menggunakan parfum pada pergelangan tangan bagian dalam lalu menggosok-gosokkan kedua pergelangan tangan. Cara ini sebenarnya akan menghilangkan aroma dari parfum. Jadi, biarkan parfum mengering dengan sendirinya.
• Jangan menggunakan aksesoris atau perhiasan sebelum menggunakan parfum
Bila terkena semprotan parfum, dapat membuat aksesoris atau perhiasan yang Anda kenakan menjadi berubah warna. Hasilnya aksesoris Anda tidak lagi terlihat menarik.
• Gunakan parfum sewajarnya
Menggunakan parfum secara berlebihan dapat membuat orang yang tidak suka menjadi pusing. Penggunaan parfum dapat disesuaikan dengan jenis kulit. Untuk Anda yang berkulit kering membutuhkan semprotan parfum lebih banyak. Sedangkan bila kulit Anda berminyak, cukup semprotkan parfum sedikit saja
• Simpan parfum di tempat yang tepat
Harga parfum tidaklah murah sehingga tentu akan disayangkan bila parfum Anda menguap karena tidak ditutup dengan benar. Jadi, pastikan parfum Anda tertutup dengan rapat. Simpan parfum di tempat yang kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari. Perlu diketahui bahwa dalam jangka waktu lama aroma parfum dapat berubah. Maka sesuaikan ukuran isi parfum dengan kebutuhan Anda, agar parfum tidak tersimpan terlalu lama dan mengubah aroma menjadi tidak lagi harum.
Menggunakan parfum dengan baik, tentu akan meningkatkan rasa percaya diri. Selain menikmati harum parfum untuk diri sendiri, orang-orang di sekitar Anda juga dapat menikmati keharumannya juga dan mereka akan senang saat dekat dengan Anda. Dengan menggunakan parfum secara tepat juga menyimpannya secara benar, Anda dapat menghemat penggunaan parfum Anda.
• Sesuaikan dengan body lotion
Setelah mandi, mungkin Anda terbiasa menggunakan body lotion. Bila akan memakai parfum, sesuaikan wangi dari body lotion agar sesuai agar wanginya tidak saling "bertabrakan". Selain itu, sebaiknya menggunakan body lotion terlebih dahulu sebelum menyemprotkan parfum karena body lotion dapat mengurangi aroma harum dari parfum
• Semprotkan parfum pada kulit
Sebaiknya, parfum tidak disemprotkan pada pakaian. Pada jenis parfum tertentu, bila menyemprotkan pada pakaian dapat menimbulkan noda, meninggalkan tanda seperti terkena tetesan air dalam waktu yang lama.
• Semprotkan parfum pada bagian tubuh yang tepat
Bagian tubuh yang sebaiknya disemprotkan parfum adalah pergelangan tangan bagian dalam, siku lengan bagian dalam, belakang telinga, dada dan leher. Menggunakan parfum di tempat-tempat tersebut membuat harum dari parfum tahan lebih lama.
• Jangan menggosokkan kulit selesai menyemprot parfum
Kebiasaaan sebagian orang adalah menggunakan parfum pada pergelangan tangan bagian dalam lalu menggosok-gosokkan kedua pergelangan tangan. Cara ini sebenarnya akan menghilangkan aroma dari parfum. Jadi, biarkan parfum mengering dengan sendirinya.
• Jangan menggunakan aksesoris atau perhiasan sebelum menggunakan parfum
Bila terkena semprotan parfum, dapat membuat aksesoris atau perhiasan yang Anda kenakan menjadi berubah warna. Hasilnya aksesoris Anda tidak lagi terlihat menarik.
• Gunakan parfum sewajarnya
Menggunakan parfum secara berlebihan dapat membuat orang yang tidak suka menjadi pusing. Penggunaan parfum dapat disesuaikan dengan jenis kulit. Untuk Anda yang berkulit kering membutuhkan semprotan parfum lebih banyak. Sedangkan bila kulit Anda berminyak, cukup semprotkan parfum sedikit saja
• Simpan parfum di tempat yang tepat
Harga parfum tidaklah murah sehingga tentu akan disayangkan bila parfum Anda menguap karena tidak ditutup dengan benar. Jadi, pastikan parfum Anda tertutup dengan rapat. Simpan parfum di tempat yang kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari. Perlu diketahui bahwa dalam jangka waktu lama aroma parfum dapat berubah. Maka sesuaikan ukuran isi parfum dengan kebutuhan Anda, agar parfum tidak tersimpan terlalu lama dan mengubah aroma menjadi tidak lagi harum.
Menggunakan parfum dengan baik, tentu akan meningkatkan rasa percaya diri. Selain menikmati harum parfum untuk diri sendiri, orang-orang di sekitar Anda juga dapat menikmati keharumannya juga dan mereka akan senang saat dekat dengan Anda. Dengan menggunakan parfum secara tepat juga menyimpannya secara benar, Anda dapat menghemat penggunaan parfum Anda.
Senin, 02 Mei 2011
tugas bahasa inggris conditional sentences
Conditional Sentences merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan pengandaian suatu peristiwa yang belum terjadi atau bahkan tidak mungkin terjadi. Kalimat pengandaian ini memiliki beberapa bentuk yang mewakili beragam bentuk waktu, dengan kata lain, bentuk kalimat pengandaian ini akan tergantung pada bentuk waktu peristiwa yang diandaikan. Berikut ini merupakan beberapa pola Conditional Sentences.
RUMUS|
Conditional 1
1. IF + S + Present Tense, S + Future Tense
Contoh :
- If it doesn’t rain, I will go shopping.
Real Condition : It will probably rain or not,
so I will probably go shopping or not.
Conditional 2
2. If + S + Past Tense, S + Past Future
Contoh :
-If you came home earlier, I would make you a cake
Real Condition : You don’t come home earlier,
So I don’t make a cake for you.
Conditional 3
3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect
Contoh :
- If you had studied hard, you would have passed the exam.
Real condition : you didn’t study hard, so you didn’t pass the exam.
conditional sentences pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause). Karena clause ini diawali oleh if maka disebut if clause.
b. digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause).
Conditional sentences dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu: real conditional dan unreal/contrary to fact.
Real conditionals (factual / habitual / hypothetical / future possible)
Kalimat pengandaian tipe ini digunakan untuk mengekpresikan situasi atau aktivitas yang biasanya terjadi atau akan terjadi jika situasi pada if clause terpenuhi. Dengan kata lain, apa yang diandaikan itu memiliki peluang untuk terjadi atau menjadi kenyataan.
Sebagai contoh, ketika seorang teman mengajak saya, apakah malam ini saya mau nonton atau tidak, saya mungkin katakan:
• If I have the time, I will go. (Jika saya punya waktu, saya akan pergi).
Kalimat ini secara implisit juga berarti,
• If I don’t have the time, I will not go. (Jika saya tidak punya waktu, saya tidak akan pergi).
Penggunaan real conditionals
Kalimat pengandaian tipe ini dapat digunakan untuk menyatakan:
a. Future time
If + S + present tense, S + will + Verb1
can
may
must
Note: if clause bisa diletakkan di depan kalimat (seperti formula di atas), bisa juga diletakkan di belakang setelah main clause. Ini tidak merubah arti kalimat. Dengan catatan, jika if clause diletakkan di belakang, tanda koma tidak diperlukan.
Contoh:
1. If I have the money, I will give it to you. (Jika saya punya uangnya, saya akan memberikannya kepada kamu).
2. If you keep driving on this speed, we may arrive at home before 10 p.m. (Jika kamu terus nyetir mobil pada kecepatan ini, kita mungkin tiba di rumah sebelum jam 10 malam).
3. I can pass this subject if I study hard. (Saya dapat lulus mata kuliah ini, jika saya belajar giat).
4. You must bring an umbrella if I you don’t want to get wet. (Kamu harus membawa payung, jika kamu tidak ingin basah (kehujanan).
b. Habitual (kebiasaan/habit)
If + S + verb1, S + verb1
Note: Dalam formula ini, modal auxiliary tidak digunakan.
Contoh:
1. If Budi has enough time, he usually walks to campus. (Jika Budi punya cukup waktu, dia biasanya jalan kaki ke kampus).
2. I usually watch football on TV every Saturday night if I do not fall asleep. (Saya biasanya nonton sepakbola di TV tiap Sabtu malam jika saya tidak tertidur).
3. If he has money, he always treats us. (Jika dia punya uang, dia selalu mentraktir kita).
c. Command (perintah)
If + S + verb1, S + verb1
Contoh:
1. If you finish with your work, please help me. (Jika kamu selesai dengan pekerjaanmu, tolong bantu saya).
2. Please give me a cigarette if you don’t mind. (Tolong beri saya sepuntung rokok, jika kamu tidak keberatan).
3. If you have time, please meet me in my office. (Jika kamu punya waktu, tolong temui saya di kantor saya).
Conditional Sentences : Unreal atau Contrary to Fact Conditionals
Berbeda dengan real conditionals, makna dari kalimat conditional tipe ini selalu bertolak belakang dengan kenyataan (fakta). Artinya, jika faktanya dalam kalimat positif (affirmative), conditionalnya pasti dalam kalimat negatif; Sebaliknya, jika faktanya dalam kalimat negatif, conditionalnya harus dalam kalimat positif.
Ada dua tipe kalimat unreal conditionals, yaitu: jika faktanya dalam simple present tense dan jika faktanya dalam simple past tense. Unreal conditionals dapat dibuat dengan menggunakan conjunctions “if” (seperti halnya dalam real conditionals), dengan menginversi (menempatkan kata bantu) ke depan subject kalimat, dengan menggunakan “as if” atau “as though“, dan verb “wish“. Penggunaan verb “wish” ini akan dibandingkan dengan penggunaan verb “hope“.
A. Unreal conditionals jika faktanya dalam simple present tense
a. Jika faktanya dalam simple present tense atau future tense, maka conditionalnya mengikuti pola berikut:
If + S + verb2, S + would
could
might + Verb1
Contoh:
1. If the teacher didn’t speak quickly, I could understand better what he is teaching about. (Jika guru itu tidak berbicara dengan cepat, saya dapat memahami dengan lebih baik apa yang dia sedang ajarkan). Fakta dari kalimat ini adalah: the teacher speaks quickly, so that, I can’t understand well what he is teaching about.
2. He could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.
3. If I had a pair of wings, I would fly high. (Jika saya punya sepasang sayap, saya mungkin terbang tinggi). Faktanya: I don’t have a pair of wings, I cannot fly high.
Perhatikan:
1. Selalu gunakan be “were”; Be “Was” tidak pernah digunakan dalam unreal conditional (lihat contoh 2).
2. Jika main clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat positif (affirmative), faktanya harus dalam kalimat negatif. Sebaliknya, jika main clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat negatif, maka faktanya harus dalam kalimat positif.
B. Unreal conditionals jika faktanya dalam simple past tense
Jika faktanya dalam simple past tense atau past future tense, maka conditionalnya mengikuti formula berikut:
If + S + had +verb3, S + would
could
might + have +Verb3
Contoh:
1. If Robby had not gone to a movie last night, he would not have met Susan (jika Robby tidak pergi nonton film (di bioskop) tadi malam, dia tidak akan berjumpa dengan Susan). Fakta dari kalimat ini adalah: Robby went to a movie last night, then, he met Susan.
2. If the German football team had played well, it could have beaten Spanish team (jika team sepak bola Jerman bermain bagus, team itu dapat mengalahkan team Spanyol). Faktanya: German foot ball team didn’t play well, it couldn’t beat the Spanish team.
3. You could have answered the questions well If you had studied well last night (kamu dapat menjawab soal-soal dengan baik, jika kamu belajar dengan baik tadi malam). Faktanya adalah: you couldn’t answer the questions well, because, you didn’t study well last night.
Perhatikan: Unreal condition yang kedua ini juga dapat diekspresikan dengan menempatkan auxiliary had di awal kalimat. Arti kalimat tidak berubah. Dalam hal ini, kata if tidak digunakan. Jika formula berikut yang digunakan, main clause selalu ditempatkan di belakang (setelah sub-clause).
Had + S + verb3, S + would
could
might + have +Verb3
Contoh:
1. Had Robby not gone to a movie last night, he would not have met Susan.
2. Had the German football team played well, it could have beaten the Spanish team.
3. Had you studied well last night, you could have answered the questions well.
Penggunaan As if/As though dalam unreal conditionals
Conjunction as if atau as though (artinya: seolah-olah) juga dapat digunakan untuk mengekspresikan situasi yang bertolak belakang dengan kenyataan. Untuk tujuan ini, verb yang mengikuti conjunction ini harus dalam bentuk past tense (verb2) atau past perfect tense (had + verb3).
S + verb1 + as if/as though + S + verb2
Contoh:
1. Norman behaves as if he were a president. (Norman berperilaku seolah-olah dia seorang presiden). Faktanya, he is not a president.
2. You look as though you saw a ghost (you tampak seolah-olah kamu melihat setan). Faktanya, you don’t see a ghost.
3. The plant grows fast as if it were 5 years old (tanaman itu tumbuh cepat seolah-olah tanaman itu berumur 5 tahun). Faktanya, the plant is 1 years old.
S + verb2 + (as if/as though) + S + had + verb3
Contoh:
1. Ali talked about the contest as if he had won the grand prize. (Ali bercerita tentang kontes itu seolah-olah dia telah memenangkan hadiah utama). Faktanya, he didn’t win the grand prize.
2. He spoke as though he had not stolen the money. (Dia berkata seolah-olah dia tidak mencuri uang itu). Faktanya, he stole the money.
3. She cried as though she had not been happy at all. (Dia menangis seolah-olah dia tidak bahagia sama sekali) Faktanya, she was happy at all (itu tangis kebahagiaan kali!).
Penggunaan Wish/ hope dalam conditional sentences
Verb wish dan hope sama-sama berarti berharap, tetapi penggunaannya dalam kalimat sangat berbeda. Hope digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang mungkin terjadi atau akan mungkin terjadi. Sebaliknya, wish digunakan untuk menyatakan sesuatu yang pasti tidak terjadi atau tidak akan mungkin terjadi. Hope dapat diikuti oleh verb dalam sembarang tensis; wish tidak dapat diikuti oleh verb dalam simple present tense atau modal auxiliary simple present tense.
Perhatikan perbedaan penggunaan wish dan hope pada contoh-contoh di bawah ini:
1. We hope that they can come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Dalam kalimat ini subject we tidak tahu apakah they bisa datang atau tidak. Tetapi, ada kemungkinan bahwa they bisa datang.
2. We wish that they could come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Di sini, we sudah tahu bahwa they tidak bisa datang. Faktanya adalah: they can’t come.
3. I hope that they came yesterday. (saya berharap kamu datang kemarin). Di sini, I tidak tahu apakah they datang atau tidak kemarin.
4. I wish that they had come yesterday. (saya berharap bahwa mereka datang kemarin). Di sini, I sudah tahu bahwa they didn’t come yesterday. Faktanya adalah: they didn’t come yesterday.
Jadi, clause yang mengikuti wish clause pada prinsipnya adalah unreal conditional.
Penggunaan wish dalam unreal conditionals ada 3, yaitu: future wish, present wish, dan past wish.
a. Future wish
S + wish + (that) + S + could + verb1
would +verb1
were + verb-ing
Note: Penggunaan relative pronoun “that” adalah optional (bisa digunakan, bisa juga tidak):
Contoh:
1. I wish my friend would visit me this afternoon. (Saya berharap teman saya akan mengunjungi saya sore ini). Faktanya: my friend will not come this afternoon.
2. They wish that you could come to the party tonight. (Mereka berharap bahwa kamu bisa datang sebentar malam). Faktanya: you can’t come.
3. Bobby wishes he were coming with Angelia. (Bobby berharap dia datang dengan Angelia). Faktanya: Bobby is not coming with Angelia.
b. Present wish
S + wish + (that) + S + verb2
Contoh:
1. I wish I were rich. (Saya berharap saya kaya). Faktanya adalah: I am not rich.
2. I wish I had enough time to finish my work. (Saya berharap saya punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan saya). Faktanya: I don’t have enough time to finish my work.
3. John wishes that Ririn were old enough to be his girl friend. (John berharap bahwa Ririn cukup umur untuk menjadi pacarnya). Faktanya: Ririn is not old enough to be John’s girl friend.
4. I wish I didn’t have to come to class today. (Saya berharap saya tidak harus pergi kuliah hari ini). Faktanya: I have to go to class today.
5. I wish my TOEFL score were over 650 now. (Saya berharap nilai TOEFL saya sekarang lebih dari 650). Faktanya: my TOEFL score is not over 650 now.
c. Past wish
S + wish + (that) + S + had + verb3
could + had + verb3
Contoh:
1. I wish I had washed my clothes yesterday. (Saya berharap saya telah cuci pakaian-pakaian saya kemarin). Faktanya: I didn’t wash my clothes yesterday.
2. Irwan wishes that he had answered the questions well. (Irwan berharap bahwa dia telah menjawab soal-soal dengan baik). Faktanya: Irwan didn’t answer the questions well.
3. Christian Ronaldo wishes that his team could have beaten the German team. (Christian Ronaldo berharap bahwa teamnya dapat mengalahkan team Jerman). Faktanya: Christian Ronaldo’s team couldn’t beat the German team.
4. I wish you had been here last night. (Saya berharap kamu ada di sini tadi malam). Faktanya: you were not here last night.
Unreal conditions : Present and Future
1. If I (have) the day off tomorrow, I would go to the beach.
If I had the day off tomorrow, I would go to the beach.
2. If I (have) a million dollars right now, I would retire.
If I had a million dollars right now, I would retire.
3. If I (be) the mayor of this city, I would change certain things.
If I were the mayor of this city, I would change certain things.
4. If that man (work) harder, he could earn more money.
If that man worked harder, he could earn more money.
5. I would glady tell you the answer if I only (know) it myself.
I would glady tell you the answer if I only known it myself.
6. If Don and I (have) enough money, we would buy a house.
If Don and I had enough money, we would buy a house.
7. If the weather (be) better right now, we could go for a walk.
If the weather were better right now, we could go for a walk.
8. That student would get much higher marks if he (study) harder.
That student would get much higher marks if he studied harder.
9. If Mr.Smith (call) me, I would explain everything to him.
If Mr.Smith calling me, I would explain everything to him.
10. Mr. Moore would give up teaching if he (enjoy, not) it so much.
Mr. Moore would give up teaching if he enjoyed, not it so much.
11. If I (be) in your place, I would accept Mr.Anderson’s offer.
If I were in your place, I would accept Mr.Anderson’s offer.
12. People would understand you better if you (speak) more carefully.
People would understand you better if you spoken more carefully.
Using the word Unless in conditions
1. If you don’t leave immediately, I will call a policeman.
Unless you leave immediately, I will call a policeman.
2. Fred wouldn’t do that if he didn’t have your permission.
Fred wouldn’t do that unless he had your permission.
3. I won’t brother to call you if I don’t hear from Mr.Brown.
I won’t brother to call you unless i hear from Mr.Brown.
4. If you agree with him, charles wouldn’t even suggest it.
Unless you agreed with him, charles wouldn’t even suggest it.
5. We can’t write to Mr.Suzuki if he doesn’t send us his address.
We can’t write to Mr.Suzuki unless he sends us his address.
6. If you don’t study harder, you’re going to fail the examination.
Unless you study harder, you’re going to fail the examination.
7. I wouldn’t have believed it if I hadn’t seen it with my own eyes.
I wouldn’t have believed it unless I seen it with my own eyes.
8. If she doesn’t start the letter now, she’ll have to do it tomorrow.
Unless she start the letter now, she’ll have to do it tomorrow.
9. The lawyer wouldn’t say that if he didn’t have strong evidence.
The lawyer wouldn’t say that unless he had strong evidence.
10. If you don’t invest your money wisely, you will lose all of it.
Unless you invested your money wisely, you will lose all of it.
11. I won’t say anything if Smith doesn’t bring up the matter himself.
I won’t say anything unless Smith bring up the matter himself.
12. If no more guests come, there will be enough food for everyone.
Unless more guests come, there will be enough food for everyone.
13. Our dog wouldn’t have barked if he hadn’t heard a strange noise.
Our dog wouldn’t have barked unless he heard a strange noise.
Unreal conditions : Past
1. If George (have) the money, he would have lent it to me.
If George had the money, he would have lent it to me.
2. I would have spoken to Frank if I (see) him yesterday.
I would have spoken to Frank if I had seen him yesterday.
3. If the weather (be) better, we would have left Friday morning.
If the weather had were better, we would have left Friday morning.
4. Alice would have told you the truth if you (ask) her about it.
Alice would have told you the truth if you had asked her about it.
5. If you (study) a little harder, you would have passed the test.
If you had studied a little harder, you would have passed the test.
6. I could have lent you some money if I (spend, not) everything.
I could have lent you some money if I had spent, not everything.
7. If there (be) any complaints, we would have heard about them.
If there had were any complaints, we would have heard about them.
8. We would have gone with Fred last Friday if he (invite) us.
We would have gone with Fred last Friday if he had invited us.
9. If you (ask, only) me, I could easily have given you the answer.
If you asked, only me, I could easily have given you the answer.
10. Bill would have taken, more photographs if he (had) more film.
Bill would have taken, more photographs if he had has more film.
11. If Tom (be) here yesterday, he would have been able to advise us.
If Tom had were here yesterday, he would have been able to advise us.
12. We would have bought that house if the price (be) a little lower.
We would have bought that house if the price had were a little lower.
13. If they (need) any help with the work, they would have called use.
If they had needed any help with the work, they would have called use.
Writing conditonal setences
1. If you had taken my advice, you will succeed
2. I would have had less trouble if, you want to help me
3. If anyone had asked me about it, I will answer it
4. Our dog Saki would have barked if, you tried to disturb
5. If I had been in your place, I would feel happy
6. Bill wouldn’t have said anything if, he did not know what they mean
7. If you had followed my instruction, would not be wrong
8. You wouldn’t have lost your money if, you are not careless
9. If john had taken better care of his car, his car would be fine
10. We couldn’t have gone on our trip if, no vehicle to get there
11. If you had only left your house earlier, you must lock all the doors of your house
12. It would have been much better if, you can keep your emotions
13. If my watch hadn’t been five minutes slow, I'm not going to be late
14. Things would have been different if, we differentiate it
15. If I had been born a century ago, I would not be here now
RUMUS|
Conditional 1
1. IF + S + Present Tense, S + Future Tense
Contoh :
- If it doesn’t rain, I will go shopping.
Real Condition : It will probably rain or not,
so I will probably go shopping or not.
Conditional 2
2. If + S + Past Tense, S + Past Future
Contoh :
-If you came home earlier, I would make you a cake
Real Condition : You don’t come home earlier,
So I don’t make a cake for you.
Conditional 3
3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect
Contoh :
- If you had studied hard, you would have passed the exam.
Real condition : you didn’t study hard, so you didn’t pass the exam.
conditional sentences pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause). Karena clause ini diawali oleh if maka disebut if clause.
b. digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause).
Conditional sentences dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu: real conditional dan unreal/contrary to fact.
Real conditionals (factual / habitual / hypothetical / future possible)
Kalimat pengandaian tipe ini digunakan untuk mengekpresikan situasi atau aktivitas yang biasanya terjadi atau akan terjadi jika situasi pada if clause terpenuhi. Dengan kata lain, apa yang diandaikan itu memiliki peluang untuk terjadi atau menjadi kenyataan.
Sebagai contoh, ketika seorang teman mengajak saya, apakah malam ini saya mau nonton atau tidak, saya mungkin katakan:
• If I have the time, I will go. (Jika saya punya waktu, saya akan pergi).
Kalimat ini secara implisit juga berarti,
• If I don’t have the time, I will not go. (Jika saya tidak punya waktu, saya tidak akan pergi).
Penggunaan real conditionals
Kalimat pengandaian tipe ini dapat digunakan untuk menyatakan:
a. Future time
If + S + present tense, S + will + Verb1
can
may
must
Note: if clause bisa diletakkan di depan kalimat (seperti formula di atas), bisa juga diletakkan di belakang setelah main clause. Ini tidak merubah arti kalimat. Dengan catatan, jika if clause diletakkan di belakang, tanda koma tidak diperlukan.
Contoh:
1. If I have the money, I will give it to you. (Jika saya punya uangnya, saya akan memberikannya kepada kamu).
2. If you keep driving on this speed, we may arrive at home before 10 p.m. (Jika kamu terus nyetir mobil pada kecepatan ini, kita mungkin tiba di rumah sebelum jam 10 malam).
3. I can pass this subject if I study hard. (Saya dapat lulus mata kuliah ini, jika saya belajar giat).
4. You must bring an umbrella if I you don’t want to get wet. (Kamu harus membawa payung, jika kamu tidak ingin basah (kehujanan).
b. Habitual (kebiasaan/habit)
If + S + verb1, S + verb1
Note: Dalam formula ini, modal auxiliary tidak digunakan.
Contoh:
1. If Budi has enough time, he usually walks to campus. (Jika Budi punya cukup waktu, dia biasanya jalan kaki ke kampus).
2. I usually watch football on TV every Saturday night if I do not fall asleep. (Saya biasanya nonton sepakbola di TV tiap Sabtu malam jika saya tidak tertidur).
3. If he has money, he always treats us. (Jika dia punya uang, dia selalu mentraktir kita).
c. Command (perintah)
If + S + verb1, S + verb1
Contoh:
1. If you finish with your work, please help me. (Jika kamu selesai dengan pekerjaanmu, tolong bantu saya).
2. Please give me a cigarette if you don’t mind. (Tolong beri saya sepuntung rokok, jika kamu tidak keberatan).
3. If you have time, please meet me in my office. (Jika kamu punya waktu, tolong temui saya di kantor saya).
Conditional Sentences : Unreal atau Contrary to Fact Conditionals
Berbeda dengan real conditionals, makna dari kalimat conditional tipe ini selalu bertolak belakang dengan kenyataan (fakta). Artinya, jika faktanya dalam kalimat positif (affirmative), conditionalnya pasti dalam kalimat negatif; Sebaliknya, jika faktanya dalam kalimat negatif, conditionalnya harus dalam kalimat positif.
Ada dua tipe kalimat unreal conditionals, yaitu: jika faktanya dalam simple present tense dan jika faktanya dalam simple past tense. Unreal conditionals dapat dibuat dengan menggunakan conjunctions “if” (seperti halnya dalam real conditionals), dengan menginversi (menempatkan kata bantu) ke depan subject kalimat, dengan menggunakan “as if” atau “as though“, dan verb “wish“. Penggunaan verb “wish” ini akan dibandingkan dengan penggunaan verb “hope“.
A. Unreal conditionals jika faktanya dalam simple present tense
a. Jika faktanya dalam simple present tense atau future tense, maka conditionalnya mengikuti pola berikut:
If + S + verb2, S + would
could
might + Verb1
Contoh:
1. If the teacher didn’t speak quickly, I could understand better what he is teaching about. (Jika guru itu tidak berbicara dengan cepat, saya dapat memahami dengan lebih baik apa yang dia sedang ajarkan). Fakta dari kalimat ini adalah: the teacher speaks quickly, so that, I can’t understand well what he is teaching about.
2. He could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.
3. If I had a pair of wings, I would fly high. (Jika saya punya sepasang sayap, saya mungkin terbang tinggi). Faktanya: I don’t have a pair of wings, I cannot fly high.
Perhatikan:
1. Selalu gunakan be “were”; Be “Was” tidak pernah digunakan dalam unreal conditional (lihat contoh 2).
2. Jika main clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat positif (affirmative), faktanya harus dalam kalimat negatif. Sebaliknya, jika main clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat negatif, maka faktanya harus dalam kalimat positif.
B. Unreal conditionals jika faktanya dalam simple past tense
Jika faktanya dalam simple past tense atau past future tense, maka conditionalnya mengikuti formula berikut:
If + S + had +verb3, S + would
could
might + have +Verb3
Contoh:
1. If Robby had not gone to a movie last night, he would not have met Susan (jika Robby tidak pergi nonton film (di bioskop) tadi malam, dia tidak akan berjumpa dengan Susan). Fakta dari kalimat ini adalah: Robby went to a movie last night, then, he met Susan.
2. If the German football team had played well, it could have beaten Spanish team (jika team sepak bola Jerman bermain bagus, team itu dapat mengalahkan team Spanyol). Faktanya: German foot ball team didn’t play well, it couldn’t beat the Spanish team.
3. You could have answered the questions well If you had studied well last night (kamu dapat menjawab soal-soal dengan baik, jika kamu belajar dengan baik tadi malam). Faktanya adalah: you couldn’t answer the questions well, because, you didn’t study well last night.
Perhatikan: Unreal condition yang kedua ini juga dapat diekspresikan dengan menempatkan auxiliary had di awal kalimat. Arti kalimat tidak berubah. Dalam hal ini, kata if tidak digunakan. Jika formula berikut yang digunakan, main clause selalu ditempatkan di belakang (setelah sub-clause).
Had + S + verb3, S + would
could
might + have +Verb3
Contoh:
1. Had Robby not gone to a movie last night, he would not have met Susan.
2. Had the German football team played well, it could have beaten the Spanish team.
3. Had you studied well last night, you could have answered the questions well.
Penggunaan As if/As though dalam unreal conditionals
Conjunction as if atau as though (artinya: seolah-olah) juga dapat digunakan untuk mengekspresikan situasi yang bertolak belakang dengan kenyataan. Untuk tujuan ini, verb yang mengikuti conjunction ini harus dalam bentuk past tense (verb2) atau past perfect tense (had + verb3).
S + verb1 + as if/as though + S + verb2
Contoh:
1. Norman behaves as if he were a president. (Norman berperilaku seolah-olah dia seorang presiden). Faktanya, he is not a president.
2. You look as though you saw a ghost (you tampak seolah-olah kamu melihat setan). Faktanya, you don’t see a ghost.
3. The plant grows fast as if it were 5 years old (tanaman itu tumbuh cepat seolah-olah tanaman itu berumur 5 tahun). Faktanya, the plant is 1 years old.
S + verb2 + (as if/as though) + S + had + verb3
Contoh:
1. Ali talked about the contest as if he had won the grand prize. (Ali bercerita tentang kontes itu seolah-olah dia telah memenangkan hadiah utama). Faktanya, he didn’t win the grand prize.
2. He spoke as though he had not stolen the money. (Dia berkata seolah-olah dia tidak mencuri uang itu). Faktanya, he stole the money.
3. She cried as though she had not been happy at all. (Dia menangis seolah-olah dia tidak bahagia sama sekali) Faktanya, she was happy at all (itu tangis kebahagiaan kali!).
Penggunaan Wish/ hope dalam conditional sentences
Verb wish dan hope sama-sama berarti berharap, tetapi penggunaannya dalam kalimat sangat berbeda. Hope digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang mungkin terjadi atau akan mungkin terjadi. Sebaliknya, wish digunakan untuk menyatakan sesuatu yang pasti tidak terjadi atau tidak akan mungkin terjadi. Hope dapat diikuti oleh verb dalam sembarang tensis; wish tidak dapat diikuti oleh verb dalam simple present tense atau modal auxiliary simple present tense.
Perhatikan perbedaan penggunaan wish dan hope pada contoh-contoh di bawah ini:
1. We hope that they can come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Dalam kalimat ini subject we tidak tahu apakah they bisa datang atau tidak. Tetapi, ada kemungkinan bahwa they bisa datang.
2. We wish that they could come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Di sini, we sudah tahu bahwa they tidak bisa datang. Faktanya adalah: they can’t come.
3. I hope that they came yesterday. (saya berharap kamu datang kemarin). Di sini, I tidak tahu apakah they datang atau tidak kemarin.
4. I wish that they had come yesterday. (saya berharap bahwa mereka datang kemarin). Di sini, I sudah tahu bahwa they didn’t come yesterday. Faktanya adalah: they didn’t come yesterday.
Jadi, clause yang mengikuti wish clause pada prinsipnya adalah unreal conditional.
Penggunaan wish dalam unreal conditionals ada 3, yaitu: future wish, present wish, dan past wish.
a. Future wish
S + wish + (that) + S + could + verb1
would +verb1
were + verb-ing
Note: Penggunaan relative pronoun “that” adalah optional (bisa digunakan, bisa juga tidak):
Contoh:
1. I wish my friend would visit me this afternoon. (Saya berharap teman saya akan mengunjungi saya sore ini). Faktanya: my friend will not come this afternoon.
2. They wish that you could come to the party tonight. (Mereka berharap bahwa kamu bisa datang sebentar malam). Faktanya: you can’t come.
3. Bobby wishes he were coming with Angelia. (Bobby berharap dia datang dengan Angelia). Faktanya: Bobby is not coming with Angelia.
b. Present wish
S + wish + (that) + S + verb2
Contoh:
1. I wish I were rich. (Saya berharap saya kaya). Faktanya adalah: I am not rich.
2. I wish I had enough time to finish my work. (Saya berharap saya punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan saya). Faktanya: I don’t have enough time to finish my work.
3. John wishes that Ririn were old enough to be his girl friend. (John berharap bahwa Ririn cukup umur untuk menjadi pacarnya). Faktanya: Ririn is not old enough to be John’s girl friend.
4. I wish I didn’t have to come to class today. (Saya berharap saya tidak harus pergi kuliah hari ini). Faktanya: I have to go to class today.
5. I wish my TOEFL score were over 650 now. (Saya berharap nilai TOEFL saya sekarang lebih dari 650). Faktanya: my TOEFL score is not over 650 now.
c. Past wish
S + wish + (that) + S + had + verb3
could + had + verb3
Contoh:
1. I wish I had washed my clothes yesterday. (Saya berharap saya telah cuci pakaian-pakaian saya kemarin). Faktanya: I didn’t wash my clothes yesterday.
2. Irwan wishes that he had answered the questions well. (Irwan berharap bahwa dia telah menjawab soal-soal dengan baik). Faktanya: Irwan didn’t answer the questions well.
3. Christian Ronaldo wishes that his team could have beaten the German team. (Christian Ronaldo berharap bahwa teamnya dapat mengalahkan team Jerman). Faktanya: Christian Ronaldo’s team couldn’t beat the German team.
4. I wish you had been here last night. (Saya berharap kamu ada di sini tadi malam). Faktanya: you were not here last night.
Unreal conditions : Present and Future
1. If I (have) the day off tomorrow, I would go to the beach.
If I had the day off tomorrow, I would go to the beach.
2. If I (have) a million dollars right now, I would retire.
If I had a million dollars right now, I would retire.
3. If I (be) the mayor of this city, I would change certain things.
If I were the mayor of this city, I would change certain things.
4. If that man (work) harder, he could earn more money.
If that man worked harder, he could earn more money.
5. I would glady tell you the answer if I only (know) it myself.
I would glady tell you the answer if I only known it myself.
6. If Don and I (have) enough money, we would buy a house.
If Don and I had enough money, we would buy a house.
7. If the weather (be) better right now, we could go for a walk.
If the weather were better right now, we could go for a walk.
8. That student would get much higher marks if he (study) harder.
That student would get much higher marks if he studied harder.
9. If Mr.Smith (call) me, I would explain everything to him.
If Mr.Smith calling me, I would explain everything to him.
10. Mr. Moore would give up teaching if he (enjoy, not) it so much.
Mr. Moore would give up teaching if he enjoyed, not it so much.
11. If I (be) in your place, I would accept Mr.Anderson’s offer.
If I were in your place, I would accept Mr.Anderson’s offer.
12. People would understand you better if you (speak) more carefully.
People would understand you better if you spoken more carefully.
Using the word Unless in conditions
1. If you don’t leave immediately, I will call a policeman.
Unless you leave immediately, I will call a policeman.
2. Fred wouldn’t do that if he didn’t have your permission.
Fred wouldn’t do that unless he had your permission.
3. I won’t brother to call you if I don’t hear from Mr.Brown.
I won’t brother to call you unless i hear from Mr.Brown.
4. If you agree with him, charles wouldn’t even suggest it.
Unless you agreed with him, charles wouldn’t even suggest it.
5. We can’t write to Mr.Suzuki if he doesn’t send us his address.
We can’t write to Mr.Suzuki unless he sends us his address.
6. If you don’t study harder, you’re going to fail the examination.
Unless you study harder, you’re going to fail the examination.
7. I wouldn’t have believed it if I hadn’t seen it with my own eyes.
I wouldn’t have believed it unless I seen it with my own eyes.
8. If she doesn’t start the letter now, she’ll have to do it tomorrow.
Unless she start the letter now, she’ll have to do it tomorrow.
9. The lawyer wouldn’t say that if he didn’t have strong evidence.
The lawyer wouldn’t say that unless he had strong evidence.
10. If you don’t invest your money wisely, you will lose all of it.
Unless you invested your money wisely, you will lose all of it.
11. I won’t say anything if Smith doesn’t bring up the matter himself.
I won’t say anything unless Smith bring up the matter himself.
12. If no more guests come, there will be enough food for everyone.
Unless more guests come, there will be enough food for everyone.
13. Our dog wouldn’t have barked if he hadn’t heard a strange noise.
Our dog wouldn’t have barked unless he heard a strange noise.
Unreal conditions : Past
1. If George (have) the money, he would have lent it to me.
If George had the money, he would have lent it to me.
2. I would have spoken to Frank if I (see) him yesterday.
I would have spoken to Frank if I had seen him yesterday.
3. If the weather (be) better, we would have left Friday morning.
If the weather had were better, we would have left Friday morning.
4. Alice would have told you the truth if you (ask) her about it.
Alice would have told you the truth if you had asked her about it.
5. If you (study) a little harder, you would have passed the test.
If you had studied a little harder, you would have passed the test.
6. I could have lent you some money if I (spend, not) everything.
I could have lent you some money if I had spent, not everything.
7. If there (be) any complaints, we would have heard about them.
If there had were any complaints, we would have heard about them.
8. We would have gone with Fred last Friday if he (invite) us.
We would have gone with Fred last Friday if he had invited us.
9. If you (ask, only) me, I could easily have given you the answer.
If you asked, only me, I could easily have given you the answer.
10. Bill would have taken, more photographs if he (had) more film.
Bill would have taken, more photographs if he had has more film.
11. If Tom (be) here yesterday, he would have been able to advise us.
If Tom had were here yesterday, he would have been able to advise us.
12. We would have bought that house if the price (be) a little lower.
We would have bought that house if the price had were a little lower.
13. If they (need) any help with the work, they would have called use.
If they had needed any help with the work, they would have called use.
Writing conditonal setences
1. If you had taken my advice, you will succeed
2. I would have had less trouble if, you want to help me
3. If anyone had asked me about it, I will answer it
4. Our dog Saki would have barked if, you tried to disturb
5. If I had been in your place, I would feel happy
6. Bill wouldn’t have said anything if, he did not know what they mean
7. If you had followed my instruction, would not be wrong
8. You wouldn’t have lost your money if, you are not careless
9. If john had taken better care of his car, his car would be fine
10. We couldn’t have gone on our trip if, no vehicle to get there
11. If you had only left your house earlier, you must lock all the doors of your house
12. It would have been much better if, you can keep your emotions
13. If my watch hadn’t been five minutes slow, I'm not going to be late
14. Things would have been different if, we differentiate it
15. If I had been born a century ago, I would not be here now
Selasa, 15 Maret 2011
TOEFL
TOEFL
Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.
Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
• listening comprehension,
• grammar structure and written expression,
• reading comprehension, dan bagian
• writing.
Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).
Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, http://www.toefl.org (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120) [1].
Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.
PERKEMBANGAN TOEFL
TOEFL sendiri sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan oleh lembaga penyelenggaranya, ETS. Bentuk-bentuk TOEFL Test yang pernah diperkenalkan ke publik yaitu :
1. TOEFL Paper Based Test
Terdiri atas 3 section : Listening, Structure, and Reading
Maximum Score : 677
2. TOEFL Computer Based Test
Terdiri dari 4 Section : Listening, Structure, Reading, Writing
Maximum Score : 300
3. TOEFL Internet Based Test
Terdiri dari 4 section : Listening, Reading, Writing, Speaking.
Maximum score : 120.
Meskipun resminya, sejak TOEFL Internet Based Test diperkenalkan di seluruh dunia, maka jenis sebelumnya tidak berlaku lagi, tetapi kenyataannya sampai saat ini, TOEFL Paper Based Test masih digunakan secara luas di berbagai lembaga pendidikan tinggi maupun untuk rekrutmen karyawan di Indonesia, atau di negara-negara yang bukan berbahasa Inggris.
Referensi : google.com
Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.
Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
• listening comprehension,
• grammar structure and written expression,
• reading comprehension, dan bagian
• writing.
Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).
Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, http://www.toefl.org (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120) [1].
Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.
PERKEMBANGAN TOEFL
TOEFL sendiri sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan oleh lembaga penyelenggaranya, ETS. Bentuk-bentuk TOEFL Test yang pernah diperkenalkan ke publik yaitu :
1. TOEFL Paper Based Test
Terdiri atas 3 section : Listening, Structure, and Reading
Maximum Score : 677
2. TOEFL Computer Based Test
Terdiri dari 4 Section : Listening, Structure, Reading, Writing
Maximum Score : 300
3. TOEFL Internet Based Test
Terdiri dari 4 section : Listening, Reading, Writing, Speaking.
Maximum score : 120.
Meskipun resminya, sejak TOEFL Internet Based Test diperkenalkan di seluruh dunia, maka jenis sebelumnya tidak berlaku lagi, tetapi kenyataannya sampai saat ini, TOEFL Paper Based Test masih digunakan secara luas di berbagai lembaga pendidikan tinggi maupun untuk rekrutmen karyawan di Indonesia, atau di negara-negara yang bukan berbahasa Inggris.
Referensi : google.com
VERB as Complements
VERB as Complements
1. The teacher decided TO ACCEPT the paper.
2. They approciate HAVING this information.
3. His father doesn’t approve of his GOING to europa.
4. We found it very difficult REACHING a decision.
5. Donna is interested in OPENING a bar.
6. George has no intention of TO LEAVE the city now.
7. We are eager TO RETURN to school in the fall.
8. You would be better Off TO BUY this car.
9. She refused ACCEPTING the gift
10. Marry regrets TO BE the one to have to tell him.
11. George pretented BEING sick yesterday.
12. Carlos hopes FINISHING his thesis this years.
13. They a greed TO LEAVE early.
14. Helen was anxious TELLING her family aboiut her promotion.
15. We are not ready TO STEP this research at this time.
16. Henry shouldn’t risk TO DRIVE so fast.
1. The teacher decided TO ACCEPT the paper.
2. They approciate HAVING this information.
3. His father doesn’t approve of his GOING to europa.
4. We found it very difficult REACHING a decision.
5. Donna is interested in OPENING a bar.
6. George has no intention of TO LEAVE the city now.
7. We are eager TO RETURN to school in the fall.
8. You would be better Off TO BUY this car.
9. She refused ACCEPTING the gift
10. Marry regrets TO BE the one to have to tell him.
11. George pretented BEING sick yesterday.
12. Carlos hopes FINISHING his thesis this years.
13. They a greed TO LEAVE early.
14. Helen was anxious TELLING her family aboiut her promotion.
15. We are not ready TO STEP this research at this time.
16. Henry shouldn’t risk TO DRIVE so fast.
Subject - Verb agreement
Subject - Verb agreement
1. Neither Bill Nor marry IS going to the play tonight.
2. Anything IS better than going to another movie tonight.
3. Skating IS becoming more popular everyday.
4. A number Of reporters WERE at the conference yesterday.
5. Every body who HAVE a fever must go home immediately.
6. Your glasses WERE on the bureau last night.
7. There WAS some people at the meeting last night.
8. The committee HAVE already reached a decision.
9. A pair of jeans WAS in the washing machine this morning.
10. Each student HAVE answered the first three questions.
11. Either john or his wife MAKES breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything WAS in order.
13. The crowd at the basketball game WAS wild with excitement.
14. A pack of wild dogs HAVE frighatened all the ducks away.
15. The Jury ARE trying to reach a decision.
16. The army HAVE eleminated this sections of the training test.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter IS appalling.
18. There HAS been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher HAVE to take this examination.
20. Neither jill nor her parents HAVE seen this movie before.
1. Neither Bill Nor marry IS going to the play tonight.
2. Anything IS better than going to another movie tonight.
3. Skating IS becoming more popular everyday.
4. A number Of reporters WERE at the conference yesterday.
5. Every body who HAVE a fever must go home immediately.
6. Your glasses WERE on the bureau last night.
7. There WAS some people at the meeting last night.
8. The committee HAVE already reached a decision.
9. A pair of jeans WAS in the washing machine this morning.
10. Each student HAVE answered the first three questions.
11. Either john or his wife MAKES breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything WAS in order.
13. The crowd at the basketball game WAS wild with excitement.
14. A pack of wild dogs HAVE frighatened all the ducks away.
15. The Jury ARE trying to reach a decision.
16. The army HAVE eleminated this sections of the training test.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter IS appalling.
18. There HAS been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher HAVE to take this examination.
20. Neither jill nor her parents HAVE seen this movie before.
Langganan:
Postingan (Atom)