BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sabtu, 14 Mei 2011

Profile dan Biodata Irfan Bahdim

Irfan Bachdim (lahir di Amsterdam, 11 Agustus 1988; umur 22 tahun) merupakann pemain sepak bola asal Belanda keturunan Indonesia, ia adalah pemain hasil naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI bersama dengan Christian Gonzalez agar dapat memperkuat timnas Indonesia. Saatt ini ia memperkuat Persema Malang di Liga Super Indonesia. Ia direkrut Pelatih Persema Timo Scheunemann bersama Kim Jefri Kurniawan.
Pelatih Persema Malang itu tertarikk ketika Irfan dan pemain muda berbakatt Indonesia lainnya bermain di laga amal untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal di Stadion Gajayana, Malang. Irfan sempat hampir membela tim sepak bola U-23Indonesia di Asian Games 2006 – Qatar. Sayang, dia harus absen dari turnamen tersebut karena menderita cedera. Pada Bulan Juli 2009 dia ditransfer tanpa biaya ke klub HFC Haarlem.
Dalam bermain ia bisa menempati berbagai posisi, ia daapat menempati posisi striker, gelandang maupun sayap. Irfan mengikuti jejak ayahnyaa, Noval Bachdim yang sebagai pemain Persema Malang di era 80-an. Keluarga besar dari ayahnya kini masih tinggal di Lawang, Kabupaten Malang. Irfan saat ini tergabung dalam timnasIndonesia asuhan Alfred Riedl untuk Piala AFF 2010. Debut pertama bersama timnas Indonesia ia awali ketika timnas menang 6-0 di laga persahabatann melawan Timor Leste, di Palembang pada 21 November 2010.


Irfan Bachdim
Informasi pribadi
Nama lengkap Irfan Haarys Bachdim
Tanggal lahir 11 Agustus 1988 (umur 22)
Tempat lahir Amsterdam, Belanda
Tinggi 1.72 m (5 ft 8 in)
Posisi bermain Gelandang, Striker
Informasi klub
Klub saat ini Persema Malang
Nomor 10
Klub junior
1999-2001
2002
2003-2007 Ajax Amsterdam
SV Argon
FC Utrecht
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
2008-2009
2009
2010 FC Utrecht
HFC Haarlem
Persema Malang 1 (0)
0 (0)
6 (3)
Tim nasional2
2010- Indonesia 3 (1)
1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik dan
akurat per 23 November 2010.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 1 Desember 2010.

Mengobati Demam Dengan Cara Tradisional

Mengobati Demam Dengan Cara Tradisional - Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37 derajat celcius yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan dan mengakibatkan suhu tubuh naik, dahi terasa panas, banyak keringat dan badan terasa tidak enak.

Penyebab Demam - Demam umumnya terjadi akibat infeksi oleh bakteri maupun virus, atau terlalu lama kepanasan bagi anak-anak.

Obat Tradisional Demam (Untuk Diminum)
Bahan:
- Batang Kapulaga (30 gram)
- Air (600cc)

Pemakaian:
Rebus batang kapulaga dalam 600 cc air, hingga tersisa 300 cc, kemudian saring ramuan tersebut dan minum selagi masih hangat.

Obat Tradisional Demam (Untuk Obat Luar)
Bahan:
- Buah Jeruk Nipis (1 buah)
- Bawang Merah (3 buah)
- Minyak Kelapa ( 1 sendok makan)
- Garam (secukupnya)

Pemakaian:
Peras jeruk nipis, kemudian tambahkan air perasan jeruk nipis tersebut dengan minyak kelapa dan bawang merah yang telah diparut (dihaluskan). Gunakan ramuan tersebut sebagai obat luar (dikompres).

Cara Mengatasi Perut Kram

Penyebab Perut Kram
Banyak kejadian seseorang mengalami kram perut karena telat makan dan lama berada di ruang AC. Ada juga yang mengalami kram perut karena menstruasi. Kram perut juga bisa terjadi karena perut kosong tiba-tiba dimasuki makanan pedas atau asam.

Kram yang sering terjadi pada perut ini bisa menandakan gejala awal dari penyakit seperti lambung, maag, masalah di kantung empedu, hernia atau organ lainnya.

Pengobatan Perut Kram
Untuk mengatasai perut kram tersebut, tidak ada salahnya anda mencoba obat tradisional berikut:

Obat Kram Perut ke-1
Bahan:
- Daun Cabai Jawa (3 lembar)
- Air (1 gelas)

Pemakaian:
Haluskan 3 lembar daun cabe / cabai jawa, kemudian seduh dengan 1 gelas air panas. Minum air ramuan untuk perut kram tersebut selagi hangat.

Obat Kram Perut ke-2
Bahan:
- Buah Kapulaga (3 butir)
- Air (secukupnya)

Pemakaian:
Rebus 3 butir buah kapulaga tersebut dalam air panas hingga matang. Kemudian makan buah kapulaga tersebut.

Profil Agnes Monica

Nama lengkap: Agnes Monica Muljoto
Panggilan: Agnes Monica
TTL: Jakarta, 1 Juli 1986
Nama Ayah: Ricky Mulyono
Nama Ibu: Jeanny Siswono
Tinggi/berat badan: 165cm 49 kg
Hobi: Ice Skate dan Badminton
Warna favorit: Biru, kuning dan hitam


Pendidikan:
- SD Tarakanita, Pluit, Jakarta
- Peliminary HSC Pelita Harapan

Prestasi:
Pembaca Anak-anak Terbaik versi Panasonic Award 1999
Bintang Drama Terfavorit-Panasonic Awards 2001

Album:
Si Meong, Yess, Bala-bala, Tralala-trilili

Sinetron:
Pernikahan Dini (2001), Lupus, Kejarlah Daku Kau
Ku tangkap (2002), Cewekku Jutek (2003), Amanda (2002),
Ciuman Pertama (2002)

Presenter:
Viva Romeo (Trans TV), Tralala-Trilili (RCTI)
VAN (Video Anak Anteve)
Iklan :
Jas Jus, So Klin Pewangi, Biore Anti Acne, Caprizone
Natur-e Shampo, T-shirt Poshboy, STIMIK AKI, Sakatonik ABG

Tips mencegah timbulnya jerawat:

• Rajin membersihkan wajah
Salah satu penyebab timbulnya jerawat adalah kotoran dan bakteri yang menempel di wajah. Dengan mencuci muka atau membersihkan wajah menggunakan susu pembersih dapat segera menyingkirkan kotoran dan bakteri yang ada.
• Singkirkan rambut dari wajah
Rambut akan menjadi kotor dan berminyak saat kita melakukan aktivitas sehari-hari. Bila rambut menyentuh wajah, maka kotoran tersebut dapat pindah ke wajah kita dan dapat menimbulkan jerawat.
• Cuci sarung bantal dan seprei secara teratur
Rambut yang kotor atau wajah yang tidak bersih dapat menyebabkan kuman dan kotoran berpindah di sarung bantal atau seprei saat kita menggunakan bantal. Kemudian, pada saat yang lain saat wajah menempel di bantal, kotoran tersebut kembali menempel di wajah kita.
• Minum 8 gelas air sehari
Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu tubuh mengeluarkan racun dan zat tidak berguna yang ada di tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko timbulnya jerawat.
• Menggunakan masker pencegah jerawat secara teratur.
Dengan menggunakan masker madu dan jeruk nipis. Hal ini dapat membantu menghilangkan bakteri dan minyak di wajah.
• Kurangi penggunaan kosmetik
Menggunakan kosmetik dapat menyumbat pori-pori wajah. Sumbatan ini membuat pori-pori tidak bernafas dengan baik. Pilihlah kosmetik yang berbahan dasar air yang dapat mengurangi potensi timbulnya jerawat dibanding kosmetik yang berbahan dasar minyak.
• Jangan pencet jerawat yang ada
Tangan yang kotor saat anda memegang dan memencet jerawat memicu meningkatnya minyak dan kotoran di wajah. Saat memencet jerawat, lapisan yang ada di bawah kulit dapat menjadi rusak dan menyebabkan minyak wajah menyebar ke bagian lain dari wajah sehingga jerawat timbul semakin banyak

Tips Menggunakan Parfum

Ketika akan menggunakan parfum, Anda dapat memperhatikan hal-hal berikut:
• Sesuaikan dengan body lotion
Setelah mandi, mungkin Anda terbiasa menggunakan body lotion. Bila akan memakai parfum, sesuaikan wangi dari body lotion agar sesuai agar wanginya tidak saling "bertabrakan". Selain itu, sebaiknya menggunakan body lotion terlebih dahulu sebelum menyemprotkan parfum karena body lotion dapat mengurangi aroma harum dari parfum
• Semprotkan parfum pada kulit
Sebaiknya, parfum tidak disemprotkan pada pakaian. Pada jenis parfum tertentu, bila menyemprotkan pada pakaian dapat menimbulkan noda, meninggalkan tanda seperti terkena tetesan air dalam waktu yang lama.
• Semprotkan parfum pada bagian tubuh yang tepat
Bagian tubuh yang sebaiknya disemprotkan parfum adalah pergelangan tangan bagian dalam, siku lengan bagian dalam, belakang telinga, dada dan leher. Menggunakan parfum di tempat-tempat tersebut membuat harum dari parfum tahan lebih lama.
• Jangan menggosokkan kulit selesai menyemprot parfum
Kebiasaaan sebagian orang adalah menggunakan parfum pada pergelangan tangan bagian dalam lalu menggosok-gosokkan kedua pergelangan tangan. Cara ini sebenarnya akan menghilangkan aroma dari parfum. Jadi, biarkan parfum mengering dengan sendirinya.
• Jangan menggunakan aksesoris atau perhiasan sebelum menggunakan parfum
Bila terkena semprotan parfum, dapat membuat aksesoris atau perhiasan yang Anda kenakan menjadi berubah warna. Hasilnya aksesoris Anda tidak lagi terlihat menarik.
• Gunakan parfum sewajarnya
Menggunakan parfum secara berlebihan dapat membuat orang yang tidak suka menjadi pusing. Penggunaan parfum dapat disesuaikan dengan jenis kulit. Untuk Anda yang berkulit kering membutuhkan semprotan parfum lebih banyak. Sedangkan bila kulit Anda berminyak, cukup semprotkan parfum sedikit saja
• Simpan parfum di tempat yang tepat
Harga parfum tidaklah murah sehingga tentu akan disayangkan bila parfum Anda menguap karena tidak ditutup dengan benar. Jadi, pastikan parfum Anda tertutup dengan rapat. Simpan parfum di tempat yang kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari. Perlu diketahui bahwa dalam jangka waktu lama aroma parfum dapat berubah. Maka sesuaikan ukuran isi parfum dengan kebutuhan Anda, agar parfum tidak tersimpan terlalu lama dan mengubah aroma menjadi tidak lagi harum.
Menggunakan parfum dengan baik, tentu akan meningkatkan rasa percaya diri. Selain menikmati harum parfum untuk diri sendiri, orang-orang di sekitar Anda juga dapat menikmati keharumannya juga dan mereka akan senang saat dekat dengan Anda. Dengan menggunakan parfum secara tepat juga menyimpannya secara benar, Anda dapat menghemat penggunaan parfum Anda.

Senin, 02 Mei 2011

tugas bahasa inggris conditional sentences

Conditional Sentences merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan pengandaian suatu peristiwa yang belum terjadi atau bahkan tidak mungkin terjadi. Kalimat pengandaian ini memiliki beberapa bentuk yang mewakili beragam bentuk waktu, dengan kata lain, bentuk kalimat pengandaian ini akan tergantung pada bentuk waktu peristiwa yang diandaikan. Berikut ini merupakan beberapa pola Conditional Sentences.

RUMUS|

Conditional 1

1. IF + S + Present Tense, S + Future Tense

Contoh :

- If it doesn’t rain, I will go shopping.

Real Condition : It will probably rain or not,
so I will probably go shopping or not.


Conditional 2

2. If + S + Past Tense, S + Past Future

Contoh :

-If you came home earlier, I would make you a cake

Real Condition : You don’t come home earlier,
So I don’t make a cake for you.

Conditional 3

3. If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect

Contoh :

- If you had studied hard, you would have passed the exam.

Real condition : you didn’t study hard, so you didn’t pass the exam.

conditional sentences pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause). Karena clause ini diawali oleh if maka disebut if clause.
b. digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause).

Conditional sentences dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu: real conditional dan unreal/contrary to fact.
Real conditionals (factual / habitual / hypothetical / future possible)
Kalimat pengandaian tipe ini digunakan untuk mengekpresikan situasi atau aktivitas yang biasanya terjadi atau akan terjadi jika situasi pada if clause terpenuhi. Dengan kata lain, apa yang diandaikan itu memiliki peluang untuk terjadi atau menjadi kenyataan.
Sebagai contoh, ketika seorang teman mengajak saya, apakah malam ini saya mau nonton atau tidak, saya mungkin katakan:
• If I have the time, I will go. (Jika saya punya waktu, saya akan pergi).
Kalimat ini secara implisit juga berarti,
• If I don’t have the time, I will not go. (Jika saya tidak punya waktu, saya tidak akan pergi).
Penggunaan real conditionals
Kalimat pengandaian tipe ini dapat digunakan untuk menyatakan:
a. Future time
If + S + present tense, S + will + Verb1
can
may
must
Note: if clause bisa diletakkan di depan kalimat (seperti formula di atas), bisa juga diletakkan di belakang setelah main clause. Ini tidak merubah arti kalimat. Dengan catatan, jika if clause diletakkan di belakang, tanda koma tidak diperlukan.
Contoh:
1. If I have the money, I will give it to you. (Jika saya punya uangnya, saya akan memberikannya kepada kamu).
2. If you keep driving on this speed, we may arrive at home before 10 p.m. (Jika kamu terus nyetir mobil pada kecepatan ini, kita mungkin tiba di rumah sebelum jam 10 malam).
3. I can pass this subject if I study hard. (Saya dapat lulus mata kuliah ini, jika saya belajar giat).
4. You must bring an umbrella if I you don’t want to get wet. (Kamu harus membawa payung, jika kamu tidak ingin basah (kehujanan).
b. Habitual (kebiasaan/habit)
If + S + verb1, S + verb1
Note: Dalam formula ini, modal auxiliary tidak digunakan.
Contoh:
1. If Budi has enough time, he usually walks to campus. (Jika Budi punya cukup waktu, dia biasanya jalan kaki ke kampus).
2. I usually watch football on TV every Saturday night if I do not fall asleep. (Saya biasanya nonton sepakbola di TV tiap Sabtu malam jika saya tidak tertidur).
3. If he has money, he always treats us. (Jika dia punya uang, dia selalu mentraktir kita).
c. Command (perintah)
If + S + verb1, S + verb1
Contoh:
1. If you finish with your work, please help me. (Jika kamu selesai dengan pekerjaanmu, tolong bantu saya).
2. Please give me a cigarette if you don’t mind. (Tolong beri saya sepuntung rokok, jika kamu tidak keberatan).
3. If you have time, please meet me in my office. (Jika kamu punya waktu, tolong temui saya di kantor saya).
Conditional Sentences : Unreal atau Contrary to Fact Conditionals

Berbeda dengan real conditionals, makna dari kalimat conditional tipe ini selalu bertolak belakang dengan kenyataan (fakta). Artinya, jika faktanya dalam kalimat positif (affirmative), conditionalnya pasti dalam kalimat negatif; Sebaliknya, jika faktanya dalam kalimat negatif, conditionalnya harus dalam kalimat positif.
Ada dua tipe kalimat unreal conditionals, yaitu: jika faktanya dalam simple present tense dan jika faktanya dalam simple past tense. Unreal conditionals dapat dibuat dengan menggunakan conjunctions “if” (seperti halnya dalam real conditionals), dengan menginversi (menempatkan kata bantu) ke depan subject kalimat, dengan menggunakan “as if” atau “as though“, dan verb “wish“. Penggunaan verb “wish” ini akan dibandingkan dengan penggunaan verb “hope“.
A. Unreal conditionals jika faktanya dalam simple present tense
a. Jika faktanya dalam simple present tense atau future tense, maka conditionalnya mengikuti pola berikut:
If + S + verb2, S + would
could
might + Verb1


Contoh:
1. If the teacher didn’t speak quickly, I could understand better what he is teaching about. (Jika guru itu tidak berbicara dengan cepat, saya dapat memahami dengan lebih baik apa yang dia sedang ajarkan). Fakta dari kalimat ini adalah: the teacher speaks quickly, so that, I can’t understand well what he is teaching about.
2. He could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.
3. If I had a pair of wings, I would fly high. (Jika saya punya sepasang sayap, saya mungkin terbang tinggi). Faktanya: I don’t have a pair of wings, I cannot fly high.
Perhatikan:
1. Selalu gunakan be “were”; Be “Was” tidak pernah digunakan dalam unreal conditional (lihat contoh 2).
2. Jika main clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat positif (affirmative), faktanya harus dalam kalimat negatif. Sebaliknya, jika main clause dan if clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat negatif, maka faktanya harus dalam kalimat positif.
B. Unreal conditionals jika faktanya dalam simple past tense
Jika faktanya dalam simple past tense atau past future tense, maka conditionalnya mengikuti formula berikut:
If + S + had +verb3, S + would
could
might + have +Verb3


Contoh:
1. If Robby had not gone to a movie last night, he would not have met Susan (jika Robby tidak pergi nonton film (di bioskop) tadi malam, dia tidak akan berjumpa dengan Susan). Fakta dari kalimat ini adalah: Robby went to a movie last night, then, he met Susan.
2. If the German football team had played well, it could have beaten Spanish team (jika team sepak bola Jerman bermain bagus, team itu dapat mengalahkan team Spanyol). Faktanya: German foot ball team didn’t play well, it couldn’t beat the Spanish team.
3. You could have answered the questions well If you had studied well last night (kamu dapat menjawab soal-soal dengan baik, jika kamu belajar dengan baik tadi malam). Faktanya adalah: you couldn’t answer the questions well, because, you didn’t study well last night.
Perhatikan: Unreal condition yang kedua ini juga dapat diekspresikan dengan menempatkan auxiliary had di awal kalimat. Arti kalimat tidak berubah. Dalam hal ini, kata if tidak digunakan. Jika formula berikut yang digunakan, main clause selalu ditempatkan di belakang (setelah sub-clause).
Had + S + verb3, S + would
could
might + have +Verb3


Contoh:
1. Had Robby not gone to a movie last night, he would not have met Susan.
2. Had the German football team played well, it could have beaten the Spanish team.
3. Had you studied well last night, you could have answered the questions well.
Penggunaan As if/As though dalam unreal conditionals
Conjunction as if atau as though (artinya: seolah-olah) juga dapat digunakan untuk mengekspresikan situasi yang bertolak belakang dengan kenyataan. Untuk tujuan ini, verb yang mengikuti conjunction ini harus dalam bentuk past tense (verb2) atau past perfect tense (had + verb3).
S + verb1 + as if/as though + S + verb2
Contoh:
1. Norman behaves as if he were a president. (Norman berperilaku seolah-olah dia seorang presiden). Faktanya, he is not a president.
2. You look as though you saw a ghost (you tampak seolah-olah kamu melihat setan). Faktanya, you don’t see a ghost.
3. The plant grows fast as if it were 5 years old (tanaman itu tumbuh cepat seolah-olah tanaman itu berumur 5 tahun). Faktanya, the plant is 1 years old.
S + verb2 + (as if/as though) + S + had + verb3
Contoh:
1. Ali talked about the contest as if he had won the grand prize. (Ali bercerita tentang kontes itu seolah-olah dia telah memenangkan hadiah utama). Faktanya, he didn’t win the grand prize.
2. He spoke as though he had not stolen the money. (Dia berkata seolah-olah dia tidak mencuri uang itu). Faktanya, he stole the money.
3. She cried as though she had not been happy at all. (Dia menangis seolah-olah dia tidak bahagia sama sekali) Faktanya, she was happy at all (itu tangis kebahagiaan kali!).
Penggunaan Wish/ hope dalam conditional sentences
Verb wish dan hope sama-sama berarti berharap, tetapi penggunaannya dalam kalimat sangat berbeda. Hope digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang mungkin terjadi atau akan mungkin terjadi. Sebaliknya, wish digunakan untuk menyatakan sesuatu yang pasti tidak terjadi atau tidak akan mungkin terjadi. Hope dapat diikuti oleh verb dalam sembarang tensis; wish tidak dapat diikuti oleh verb dalam simple present tense atau modal auxiliary simple present tense.
Perhatikan perbedaan penggunaan wish dan hope pada contoh-contoh di bawah ini:
1. We hope that they can come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Dalam kalimat ini subject we tidak tahu apakah they bisa datang atau tidak. Tetapi, ada kemungkinan bahwa they bisa datang.
2. We wish that they could come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Di sini, we sudah tahu bahwa they tidak bisa datang. Faktanya adalah: they can’t come.
3. I hope that they came yesterday. (saya berharap kamu datang kemarin). Di sini, I tidak tahu apakah they datang atau tidak kemarin.
4. I wish that they had come yesterday. (saya berharap bahwa mereka datang kemarin). Di sini, I sudah tahu bahwa they didn’t come yesterday. Faktanya adalah: they didn’t come yesterday.
Jadi, clause yang mengikuti wish clause pada prinsipnya adalah unreal conditional.
Penggunaan wish dalam unreal conditionals ada 3, yaitu: future wish, present wish, dan past wish.
a. Future wish
S + wish + (that) + S + could + verb1
would +verb1
were + verb-ing


Note: Penggunaan relative pronoun “that” adalah optional (bisa digunakan, bisa juga tidak):
Contoh:
1. I wish my friend would visit me this afternoon. (Saya berharap teman saya akan mengunjungi saya sore ini). Faktanya: my friend will not come this afternoon.
2. They wish that you could come to the party tonight. (Mereka berharap bahwa kamu bisa datang sebentar malam). Faktanya: you can’t come.
3. Bobby wishes he were coming with Angelia. (Bobby berharap dia datang dengan Angelia). Faktanya: Bobby is not coming with Angelia.
b. Present wish
S + wish + (that) + S + verb2
Contoh:
1. I wish I were rich. (Saya berharap saya kaya). Faktanya adalah: I am not rich.
2. I wish I had enough time to finish my work. (Saya berharap saya punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan saya). Faktanya: I don’t have enough time to finish my work.
3. John wishes that Ririn were old enough to be his girl friend. (John berharap bahwa Ririn cukup umur untuk menjadi pacarnya). Faktanya: Ririn is not old enough to be John’s girl friend.
4. I wish I didn’t have to come to class today. (Saya berharap saya tidak harus pergi kuliah hari ini). Faktanya: I have to go to class today.
5. I wish my TOEFL score were over 650 now. (Saya berharap nilai TOEFL saya sekarang lebih dari 650). Faktanya: my TOEFL score is not over 650 now.
c. Past wish
S + wish + (that) + S + had + verb3
could + had + verb3



Contoh:
1. I wish I had washed my clothes yesterday. (Saya berharap saya telah cuci pakaian-pakaian saya kemarin). Faktanya: I didn’t wash my clothes yesterday.
2. Irwan wishes that he had answered the questions well. (Irwan berharap bahwa dia telah menjawab soal-soal dengan baik). Faktanya: Irwan didn’t answer the questions well.
3. Christian Ronaldo wishes that his team could have beaten the German team. (Christian Ronaldo berharap bahwa teamnya dapat mengalahkan team Jerman). Faktanya: Christian Ronaldo’s team couldn’t beat the German team.
4. I wish you had been here last night. (Saya berharap kamu ada di sini tadi malam). Faktanya: you were not here last night.

Unreal conditions : Present and Future
1. If I (have) the day off tomorrow, I would go to the beach.
If I had the day off tomorrow, I would go to the beach.
2. If I (have) a million dollars right now, I would retire.
If I had a million dollars right now, I would retire.
3. If I (be) the mayor of this city, I would change certain things.
If I were the mayor of this city, I would change certain things.
4. If that man (work) harder, he could earn more money.
If that man worked harder, he could earn more money.
5. I would glady tell you the answer if I only (know) it myself.
I would glady tell you the answer if I only known it myself.
6. If Don and I (have) enough money, we would buy a house.
If Don and I had enough money, we would buy a house.
7. If the weather (be) better right now, we could go for a walk.
If the weather were better right now, we could go for a walk.
8. That student would get much higher marks if he (study) harder.
That student would get much higher marks if he studied harder.
9. If Mr.Smith (call) me, I would explain everything to him.
If Mr.Smith calling me, I would explain everything to him.
10. Mr. Moore would give up teaching if he (enjoy, not) it so much.
Mr. Moore would give up teaching if he enjoyed, not it so much.
11. If I (be) in your place, I would accept Mr.Anderson’s offer.
If I were in your place, I would accept Mr.Anderson’s offer.
12. People would understand you better if you (speak) more carefully.
People would understand you better if you spoken more carefully.


Using the word Unless in conditions
1. If you don’t leave immediately, I will call a policeman.
Unless you leave immediately, I will call a policeman.
2. Fred wouldn’t do that if he didn’t have your permission.
Fred wouldn’t do that unless he had your permission.
3. I won’t brother to call you if I don’t hear from Mr.Brown.
I won’t brother to call you unless i hear from Mr.Brown.
4. If you agree with him, charles wouldn’t even suggest it.
Unless you agreed with him, charles wouldn’t even suggest it.
5. We can’t write to Mr.Suzuki if he doesn’t send us his address.
We can’t write to Mr.Suzuki unless he sends us his address.
6. If you don’t study harder, you’re going to fail the examination.
Unless you study harder, you’re going to fail the examination.
7. I wouldn’t have believed it if I hadn’t seen it with my own eyes.
I wouldn’t have believed it unless I seen it with my own eyes.
8. If she doesn’t start the letter now, she’ll have to do it tomorrow.
Unless she start the letter now, she’ll have to do it tomorrow.
9. The lawyer wouldn’t say that if he didn’t have strong evidence.
The lawyer wouldn’t say that unless he had strong evidence.
10. If you don’t invest your money wisely, you will lose all of it.
Unless you invested your money wisely, you will lose all of it.
11. I won’t say anything if Smith doesn’t bring up the matter himself.
I won’t say anything unless Smith bring up the matter himself.
12. If no more guests come, there will be enough food for everyone.
Unless more guests come, there will be enough food for everyone.
13. Our dog wouldn’t have barked if he hadn’t heard a strange noise.
Our dog wouldn’t have barked unless he heard a strange noise.


Unreal conditions : Past
1. If George (have) the money, he would have lent it to me.
If George had the money, he would have lent it to me.
2. I would have spoken to Frank if I (see) him yesterday.
I would have spoken to Frank if I had seen him yesterday.
3. If the weather (be) better, we would have left Friday morning.
If the weather had were better, we would have left Friday morning.
4. Alice would have told you the truth if you (ask) her about it.
Alice would have told you the truth if you had asked her about it.
5. If you (study) a little harder, you would have passed the test.
If you had studied a little harder, you would have passed the test.
6. I could have lent you some money if I (spend, not) everything.
I could have lent you some money if I had spent, not everything.
7. If there (be) any complaints, we would have heard about them.
If there had were any complaints, we would have heard about them.
8. We would have gone with Fred last Friday if he (invite) us.
We would have gone with Fred last Friday if he had invited us.
9. If you (ask, only) me, I could easily have given you the answer.
If you asked, only me, I could easily have given you the answer.
10. Bill would have taken, more photographs if he (had) more film.
Bill would have taken, more photographs if he had has more film.
11. If Tom (be) here yesterday, he would have been able to advise us.
If Tom had were here yesterday, he would have been able to advise us.
12. We would have bought that house if the price (be) a little lower.
We would have bought that house if the price had were a little lower.
13. If they (need) any help with the work, they would have called use.
If they had needed any help with the work, they would have called use.



Writing conditonal setences
1. If you had taken my advice, you will succeed
2. I would have had less trouble if, you want to help me
3. If anyone had asked me about it, I will answer it
4. Our dog Saki would have barked if, you tried to disturb
5. If I had been in your place, I would feel happy
6. Bill wouldn’t have said anything if, he did not know what they mean
7. If you had followed my instruction, would not be wrong
8. You wouldn’t have lost your money if, you are not careless
9. If john had taken better care of his car, his car would be fine
10. We couldn’t have gone on our trip if, no vehicle to get there
11. If you had only left your house earlier, you must lock all the doors of your house
12. It would have been much better if, you can keep your emotions
13. If my watch hadn’t been five minutes slow, I'm not going to be late
14. Things would have been different if, we differentiate it
15. If I had been born a century ago, I would not be here now